KOTA CIMAHI – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cimahi meningkatkan kewaspadaan menyusul munculnya varian influenza tipe A H3N2 subclade K, atau yang dikenal sebagai Superflu, di Indonesia. Meski hingga saat ini belum ditemukan kasus di wilayah Cimahi, langkah antisipasi dini terus dilakukan guna mencegah potensi penyebaran penyakit tersebut.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Kota Cimahi, Dwihadi Isnalini, mengatakan masyarakat diminta untuk tetap waspada dan tidak mengabaikan upaya pencegahan. Salah satu langkah utama yang ditekankan adalah penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).
“Masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap kemunculan Superflu. Diharapkan dapat menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat untuk pencegahannya,” ujar Dwihadi saat dikonfirmasi.
Menurutnya, penerapan PHBS menjadi benteng utama dalam mencegah infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), terutama di tengah tingginya mobilitas masyarakat. Ia menjelaskan, virus Superflu dapat menular melalui droplet, aerosol, serta kontak langsung dengan cairan saluran pernapasan orang yang terinfeksi.
Gejala yang ditimbulkan umumnya berupa demam, batuk, sakit kepala, nyeri otot, pegal, rasa lemah, serta pilek. Dwihadi menegaskan bahwa tingkat keparahan Superflu secara umum tidak lebih tinggi dibandingkan influenza musiman. Namun demikian, kelompok rentan seperti balita, lanjut usia, ibu hamil, serta penderita penyakit penyerta tetap memerlukan perhatian khusus.
“Kelompok rentan harus lebih waspada karena berisiko mengalami komplikasi,” katanya.
Ia menambahkan, upaya pencegahan sejak dini tidak hanya melindungi individu, tetapi juga berdampak luas bagi kesehatan masyarakat. Langkah-langkah sederhana seperti mencuci tangan dengan sabun, menerapkan etika batuk dan bersin, menggunakan masker di area publik, mengonsumsi makanan bergizi, serta menjaga waktu istirahat yang cukup dinilai efektif untuk menekan risiko penularan.
Dinkes Kota Cimahi juga terus menyiapkan fasilitas layanan kesehatan serta memperkuat edukasi kepada masyarakat agar siap menghadapi kemungkinan munculnya Superflu. “Kesiapsiagaan sejak dini sangat penting. Dengan PHBS yang konsisten, kita bisa meminimalkan risiko paparan dan menjaga kesehatan masyarakat secara keseluruhan,” tutup Dwihadi. (Jay K)
.jpg)
Posting Komentar